Jumat, 11 Januari 2013

Sedikit Solusi Mengatasi Banjir Ibu Kota

Banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan melanda daratan.

Berdasarkan penelitian inilah beberapa penyebab banjir di jakarta.

1. Curah Hujan

Musim hujan berkepanjangan menyebabkan hujan deras terus menerus turun di ibukota. Curah hujan yang meningkat menyebaban curah air sungai Ciliwung meluap. Tidak adanya pepohonan di pinggir sungai ciliwung menyebabkan air menggenangi jalan-jalan tidak terserah kedalam tanah.

2. Karakteristik daerah aliran sungai

Daerah aliran sungai (DAS) yang dapat memicu terjadinya banjir di jakarta adalah daerah aliran sungai Ciliwung dan Cisadane, Daerah aliran sungai tersebut memiliki hulu yang berupa lereng terjal, begitu terjal sampai kebagian sungai. Sementara itu dari tengah sampai kehilir, bentuknya luas dan datar.

3. Saluran drainase

Dalan sebuah tata kota, saluran drainase berperan sangat penting dalam memastikan air mengalir sampai ke laut dan tidak menggenangi kota. Sayangnya, perilaku masyarakat ibu kota menyebabkan saluran drainase Jakarta tidak bekerja dengan baik.

4. Perubahan penggunaan lahan

Daerah aliran sungai terdiri dari 2 jenis, yaitu wilayah resapan dan wilayah drainase. Kedua jenis daerah aliran sungai ini dapat berfungsi dengan baik jika penggunaan lahan di sekitarnya pun di fungsikan dengan baik.

Inilah beberapa cara menanggulangi yang bisa di terapkan di Jakarta.

1. Meningkatkan kapasitas drainase

Seperti telah dijelaskan di atas wilayah drainse tidak memadai mengakibatkan aliran sungai air meluap dan menggenangi kota, Oleh karena itu, sepatutnya perhatian dalam menangani banjir Jakarta ditujukan pada peningkatan kapasitas drainase. Caranya adalah melarang dengan tegas membangun rumah tinggal di sekitar sungai dan membuang sampah ke dalam sunngai.

2. Membuat bendungan penahan

Cara menanggulangi banjir berarti mempertahankan air agar tetap berada didalam sungai (tidak menggenangi daerah sekitarnya). Salah satu solusi menghambat air keluar dari permukaan sungai adalah dengan membangun bendungan-bendungan penahan air. bendungan-bendungan penahan air ini di prioritaskan untuk dibangun didaerah hulu sungai.

3. Membuat sumur resapan.

Di daerah aliran sungai Ciliwung (terutama bagian hulu dan tengah) yang padat dengan pemukiman masyarakat pra-sejahtera, sebaiknya dibangun sumur-sumur resapan, semua resapan berfungsi mengubah aliran air di permukaan menjadi aliran air dibawah permukaan, sehingga air tidak menggenang.

4. Menegakan Hukum dan peraturan dengan tegas

Peraturan mengenai perlindungan lingkungan seharusnya di tegakkan dengan tegas, seperti pelarangan buang sampah ke sungai, pelarangan membangun di daerah bantaran sungai, pengaturan membangun sumur resapan , pengaturan penerapan tata kota yang ideal, pembatasan penggunaan lahan, dan sebagainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar