Rabu, 14 Mei 2014

Pemblokiran Situs Vimeo

Vimeo adalah website video sharing (berbagi video) dimana para pengguna dapat mengunggah, membagi, dan melihat video. website ini ditemukan oleh Zach Klein dan Jake Lodwick pada bulan November 2004.

Pada tanggal 10 Mei 2014 Vimeo masuk dalam daftar situs web yang wajib di blokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), dengan alasan "Laporan dari tim Trust+ bahwa Vimeo secara eksplisit berisi konten pornografi. Tim Trust+ memberikan instruksi untuk blokir Vimeo,"

Tim Trust+ adalah tim yang berasal dari perusahaan pelat merah (BUMN) Telkom. Tim tersebut memberikan rekomendasi situs yang perlu ditindaklanjuti oleh Kominfo.

Banyak respon dari Netizen yang menganggap pemblokiran yang terjadi pada situs Vimeo merupakan sebuah kesalahan pemblokiran atau terdapat unsur politik di dalamnya, berikut beberapa pernyataan yang di lakukan oleh Netizen terhadap Kemenkominfo:

@ADemiawansyah: "maaf, pak. vimeo mempunyai sistem seperti youtube, mereka hanya menyediakan tempat sharing. blok user yang upload, bukan webnya."

@imanlagi: "Om @tifsembiring saya di jakarta pake FirstMedia, msh bisa ntn goyang seronok PKS di Vimeo :p"

@eryghifar: "@tifsembiring pak..situs2 atau blog2 yg berkonten pornografi lainnya yg muncul di hal 1 google dgn kword tertentu kok blm diblokir pak?"

@donnybu: "Pun jika trust+ leluasa tentukan situs +/- tanpa acuan/prosedur jelas, ini sama saja abuse kewenangan,"

Dari kesimpulan diatas menurut saya, terdapat unsur politik terhadap pemblokiran situs tersebut, karena menjelang pilpres, jika keadaannya situs Vimeo memuat konten pornografi dan sebagainya, mengapa baru di blokir menjelang pilpres? mengapa tidak dari beberapa bulan lalu atau jauh-jauh hari menjelang pilpres?

Keputusan pemblokiran sepihak yang dilakukan menyebabkan banyak Netizen Indonesia yang tidak dapat lagi mengakses Vimeo untuk mendownload video yang di inginkannya atau sekedar berbagi video yang ia miliki kepada Netizen di seluruh dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar